Amin Supriyadi Liu Meninjau Sungai Citarum

Amin Supriyadi Liu Meninjau Sungai Citarum yang memang sungai/kali yang berada di kawasan bisnisnya apa penyebabnya ? yaitu Limbah yang masuk ke sungai dimana membuat air menjadi tidak enak dipandang.

Mentri di Karawang juga memberikan pendapat. “saya menyampaikan terima kasih atas inisiatif masyarakat, para aktivis semua, pemda. Saya membawa pulang nilai yang baik di sini yaitu nilai inovasi. Pemerintah sebagai fasilitator berada di tengah masyarakat untuk mendukung kegiatan positif ini”

Amin-Supriyadi-Liu-Meninjau-Sungai-Citarum

KLHK berdampingan dengan pemerintah Kabupaten/Kota sepanjang DAS Citarum untuk mengimplementasikan perhitungan beban pencemaran dalam perizinan pembuangan air limbah ke Sungai dengan kata lain sedang mencari solusi yang tepat agar tidak terulang kembali

Amin Supriyadi Liu dan Pemerintah setempat mendorong revitalisasi sungai-sungai mati yang selama ini penuh dengan lumpur dan beralih fungsi menjadi tempat pembuangan sampah menjadi kawasan wisata dan konservasi.

Pembangunan IPAL Wetland Biocord Teluk Jambe adalah salah satu contohnya. Pembangunan IPAL Wetland-Biocord dilakukan sejak tahun 2017 dengan kapasitas 350 Kepala Keluarga dan pada tahun 2018 kapasitas desain 2200 KK, sekarang yang sudah tersambung untuk diolah 1275 KK IPAL ini mampu menurunkan konsentrasi BOD sebesar 33.5 ton per tahun, COD 91.8 ton per tahun, TSS 17.7 ton per tahun dan Minyak Lemak 19.7 ton per tahun.

Di samping pembangunan IPAL Wetland-Biocord, juga dikembangkan Ekoriparian Citarum Karawang. Ekoriparian ini dapat digunakan sebagai sarana edukasi dalam pengelolaan lingkungan, penurunan beban pencemaran sungai, pengurangan sampah dengan melakukan pembuatan kompos, pembudidayaan tanaman obat serta sarana edukasi lainnya.

Demikian informasi tentang Amin Supriyadi Liu Meninjau Sungai Citarum.

,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *